Rabu, 22 November 2017

Teknologi Tepat Guna Pengolahan Limbah Industri Kecil


KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya dalam menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penulis tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui informasi tentang “Teknologi Tepat Guna” dengan objek “Pengolahan Limbah Industri Rumah Tangga”. Dalam penulisan karya ini penulis banyak menemui rintangan. Baik itu yang datang dari diri penulis maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing yang telah banyak membantu penulis agar dapat menyelesaikan makalah ini. Dan juga berbagai pihak yang membantu tersukseskannya penulisan makalah.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penulis mohon untuk saran dan kritiknya yang membangun terutama dari Bapak Djarot, selaku pembimbing. Terima kasih

Depok, 23 Mei 2017


Danil Ath Thariq







BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar  Belakang Masalah

Di era modern ini banyak sekali komponen-komponen dari manusia dan kehidupannya yang menghasilkan limbah. Dan yang menjadi faktor penyokong kerusakan lingkungan selain dari limbah pabrik limbah rumah tangga juga berpengaruh besar. Dapat di katakan bahwa di seluruh belahan dunia ini terdapat berjuta-juta bahkan lebih rumah tangga manusia. Ditarik garis kesinambungan bahwa manusia bumi adalah penghasil limbah.

Di sisi lain maraknya efisiensi dari “Teknologi Tepat Guna” yang berbiaya rendah dan membutuhkan sedikit pemeliharaan , sepertinya dapat menjadi senter penerang untuk sedikit mengatasi permasalahan limbah rumah tangga tersebut.
Untuk deksripsi tentang “bagaimana” dan “seperti apa” tentang teknologi tepat guna dalam pengolahan limbah rumah tangga, mungkin keterangannya dapat disimak di bab 2; pembahasan.

1.2 Rumusan Masalah
1.      Apakah teknologi tepat guna itu?
2.      Bagaimanakah ciri-ciri teknologi tepat guna?
3.      Apakah limbah rumah tangga itu?
4.      Bagaimanakah penerapan teknologi tepat guna dalam pengolahan limbah rumah tangga?

1.3 Tujuan Penulisan
1.      Untuk memahami makna dari teknologi tepat guna.
2.      Untuk mengetahui ciri-ciri dari teknologi tepat guna.
3.      Untuk mengetahui definisi dari limbah rumah tangga.
4.      Untuk mengetahui penerapan teknologi tepat guna dalam pengolahan limbah rumah tangga.
5.      Pembaca diharapkan dapat mengaplikasikan teknologi tepat guna ini dalam kehidupan.


1.4 Manfaat Penulisan
*      Sebagai sarana pengetahuan terhadap pembaca tentang tepat guna.
*      Sebagai petunjuk bagi pembaca untuk mengadakan pengolahan terhadap limbah rumah tangga.
BAB 2
PEMBAHASAN
.1        Teknologi Tepat Guna
Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.
Istilah "Teknologi Tepat Guna" mulai muncul menyusul krisis minyak 1973 dan pergerakan lingkungan pada dasawarsa 1970-an. Istilah ini biasanya diterapkan untuk menjelaskan teknologi sederhana yang dianggap cocok bagi negara-negara berkembang atau kawasan perdesaan yang kurang berkembang di negara-negara industri maju. Bentuk dari "Teknologi Tepat Guna" ini biasanya lebih bercirikan solusi "padat karya" daripada "padat modal". Kendati perangkat hemat pekerja juga digunakan, ia bukan berarti berbiaya tinggi atau mahal ongkos perawatan. Pada pelaksanaannya, teknologi tepat guna seringkali dijelaskan sebagai penggunaan teknologi paling sederhana yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif di suatu tempat tertentu. Di negara maju, istilah Teknologi Tepat Guna memiliki arti yang berlainan, seringkali merujuk pada teknik atau rekayasa yang berpandangan istimewa terhadap ranting-ranting sosial dan lingkungan.
Teknologi tepat guna memiliki ketentuan :
·         Apabila teknologi itu sebanyak mungkin mempergunakan sumber-sumber yang tersedia banyak di suatu tempat.
·         Apabila teknologi itu sebanyak mungkin mempergunakan sumber-sumber yang terdapat sedikit disuatu tempat.
·         Apabila teknologi itu dapat sesuai dengan keadaan ekonomi dan sosial masyarakat setempat, dan
·         Apabila teknologi itu membantu memecahkan persoalan/masalah yang sebenarnya, bukan teknologi yang hanya bersemayam dikepala perencananya.
Suatu yang harus diperhatikan bahwa, masalah-masalah pembangunan boleh jadi memerlukan pemecahan yang unik dan khas, jadi teknologi-teknologi tersebut tidak perlu dipindahkan ke negara-negara atau kedaerah lain dengan masalah serupa. Apa yang sesuai disuatu tempat mungkin saja tidak cocok di lain tempat.
Oleh karena itu tujuan Teknologi Tepat Guna adalah melihat pemecahan-pemecahan terhadap masalah-masalah tertentu dan menganjurkan mengapa hal itu “sesuai”.
.2        Ciri – Ciri Teknologi Tepat Guna
Sebagaimana telah dikemukakan pada kriteria dan syarat dan kesesuaian Teknologi Tepat Guna, dapat dikemukakan ciri-ciri yang cukup menggambarkan Teknologi Tepat Guna (walaupun tidak berarti sebagai batasan) adalah sebagai berikut:
·         Perbaikan teknologi tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung pertanian, industri, pengubah energi, transprtasi, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.
·         Biaya investasi cukup rendah/relatif murah.
·         Teknis cukup sederhana dan mampu untuk dipelihara dan didukung oleh keterampilan setempat.
·         Masyarakat mengenal dan mampu mengatasi lingkungannya.
·         Cara pendayagunaan sumber-sumber setempat termasuk sumber alam/energi/bahan secara lebih baik/optimal, dan
·         Alat mandiri masyarakat dan mengurangi ketergantungan kepada “pihak luar” (self-realiance motivated).
.3        Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoranmanusia. Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gas dan padat. Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri, tipus, kolera dsb. Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan. Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran.

2. 4  TTG à Pengolahan Limbah Rumah Tangga.

Industri rumah tangga seperti industri tempe, tahu, rumah makan, dan lain-lain perlu dikelola. Limbah dari industri rumah tangga tersebut menimbulkan bau yang tidak enak dan mengganggu lingkungan sekitarnya. Salah satu cara mengelola limbah rumah tangga adalah dengan membuat 3 bak. Ketiga bak tersebut digunakan sebagai tempat pengendapan limbah secara bertahap. Dengan demikian air limbah yang keluar dari bak terakhir sudah tidak membahayakan lagi.

§  BAHAN
1. Batu bata
2. Semen
3. Pipa pralon
4. Lem
5. Pasir
6. Lempengan besi

§  PERALATAN
1. Gergaji
2. Cetok
3. Cangkul
4. Parang
5. Besi runcing
6. Ember
7. Skop
8. Meteran

§  PEMBUATAN

Buat bak sebanyak 3 buah dari batu bata dengan campuran pasir dan semen. Kemiringan saluran harus diperhitungkan. Usahakan jangan sampai ada benda pada air limbah, sebab apabila ada akan menempel dan menyumbat saluran. Antara bak satu dengan lainnya dihubungkan pipa pralon, antara satu dengan yang lain letaknya lebih rendah. Susunan dan sifat air limbah yang berasal dari limbah industri rumah tangga tergantung pada macam dan jenisnya, industri. Air limbah dapat berupa limbah dari pabrik susu, rumah makan, pemotongan hewan, pabrik tahu, pabrik tempe, dsb. Kotoran air limbah yang masuk ke bak I, akan mengapung. Pada bagian bawah limbah melalui pipa akan terus mengalir ke bak II. Lemak akan tertinggal dan akan menempel pad dinding. Untuk mengambil lemak perlu diserok. Dalam Bak II limbah akan mengalami pengendapan, terus ke bak III begitu juga. Dari pipa pralon pada bak III air limbah akan keluar dan sudah tidak membahayakan lagi. Untuk membawa lumpur diperlukan kecepatan 0.1m/detik dan untuk membawa pasir kasar perlu kecepatan 0,2m/detik. Cara pembuatannya dapat dilihat Gambar di bawah ini.




http://www.iptek.net.id/ind/warintek/GAMBAR/5e6a.gif
Gambar 1. Denah bak pengendap ideal berbentuk persegi panjang

http://www.iptek.net.id/ind/warintek/GAMBAR/5e6b.gif
Gambar 2. Bak limbah industri

§  PENGGUNAAN
1. Untuk membuang limbah industri rumah tangga.
2. Untuk membuang kotoran-kotoran yang bersifat cair.


§  PEMELIHARAAN
1. Bak hendaknya sering dibersihkan agar kotorannya tidak mengganggu saluran
2. Perlu di kontrol saluran-salurannya untuk menghindari kemacetan.
3. Jangan membuang limbah berupa padat seperti : kain, kertas, daun-daun, plastik, kerikil, dsb.


§  KEUNTUNGAN
Membuatnya lebih sederhana, bahan-bahannya mudah didapat.

§  KERUGIAN
Apabila kurang dikontrol akan sering macet, sehingga air akan keluar ke atas dan mengganggu lingkungan sekitarnya.

Catatan lain-lain : Periksalah secara berkala apakah lemaknya yang menempel sudah banyak dan perlu dibersihkan atau apakah ada yang rusak.


BAB 3
PENUTUP
*      KESIMPULAN
Limbah rumah tangga adalah faktor penyumbang yang cukup besar terhadap kerusakan lingkungan. Oleh karena itu sehubungan dengan adanya efisiensi dari teknologi cepat guna. Maka diadakannya inisiatif untuk melakukan pengolahan terhadap limbah rumah tangga itu sendiri.

*        SARAN

1.      Manusia lebih menjaga, mencintai, dan melestarikan alamnya dari berbagai hal yang sekiranya dapat menyebabkan kerusakan.
2.      Manusia lebih menggali potensi akan efisiensi penggunaan teknologi tepat guna.
3.      Manusia saling bahu membahu menjaga lingkungan dan sekiranya dapat memanfaatkan hal-hal yang kiranya dapat digunakan sebagai teknologi tepat guna.



DAFTAR PUSTAKA

Sugiharto. Dasar-dasar pengelolaan air limbah. Jakarta : UI press, 1987.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar